30 July 2015

Isu Jokowi Janjikan Referendum Papua Jangan Dianggap Sepele

 

 
Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis mengimbau Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengklarifikasi  isu yang menuding dirinya menjanjikan referendum pada masyarakat Papua. Masalah tersebut menurut Margarito, sangat serius dan tidak bisa dianggap angin lalu oleh seorang presiden. "Pak Jokowi memang banyak memberikan janji yang tidak dipenuhinya. Tapi isu janji untuk referendum bagi Papua, ini saya kira sudah kelewatan. Karena itu Jokowi harus segera menyikapinya karena ini masalah yang sangat penting dan bukan sekedar janji kampanye  biasa," ujar Margarito ketika dihubungi Kamis (23/7).
Menurut Margarito, isu ini kembali muncul dikaitkan dengan terus bergejolaknya Papua. Padahal ujarnya, isu ini sudah lama beredar sejak kampanye Pilpres 2014 lalu dan kembali hangat dibicarakan karena insiden Tolikara. Lebih lanjut Margarito menegaskan dirinya tidak yakin bahwa Jokowi telah memberikan janji referendum bagi masyarakat Papua. Tapi, dia minta Jokowi secara terbuka menjelaskan hal itu agar tidak menjadi isu liar. "Presiden harus jelaskan, jangan bikin gaduh dan berbicara dengan rakyat  Indonesia," pintanya.
Sebaliknya kata Margarito, jika benar Jokowi nantinya terbukti membuat janji seperti itu, maka Jokowi sama saja menggali kuburnya sendiri karena bertentangan dengan UUD 45 dan sebagai presiden Jokowi harusnya memahami bahwa NKRI harga mati. "Kalau benar dia memberikan janji seperti ini, dia gali lubang kuburnya sendiri. Semua pihak akan melawan hal ini. Tidak hanya DPR, tapi juga rakyat Indonesia dan TNI yang memiliki kewajiban menjaga keutuhan wilayah NKRI," pungkasnya.

 

 

Jika Soekarno Masih Memimpin, Tak Akan Ada Freeport Di Papua

 
 

Presiden John F Kennedy dulu tewas ditembak pada tanggal 22 November tahun 1963. Kematian Kennedy memang masih menjadi sebuah misteri hingga sekarang ini. Dia merupakan sahabat dekat dari Presiden Soekarno. Kematian Kennedy ini langsung mengubah peta perpolitikan dunia. “Kennedy punya pikiran progresif. Ketika aku membicarakan tentang masalah bantuan kami, dia mengerti. Dia telah setuju. Seandainya Presiden Kennedy masih hidup tentu saja kedua negara tidak akan berseberangan hingga sejauh ini,” kata Soekarno sambil menyesali tragedi tersebut dalam biografinya yang ditulis oleh Cindy Adams. Sebagian pihak juga menilai bahwa pembunuhan Kennedy penuh dengan nuansa politis. Apa hubungan Kennedy dengan penggalian emas PT Freeport?
Lisa Pease membeberkan hal itu dalam artikel berjudul ‘JFK, Indonesia, CIA, and Freeport’ di majalah Probe tahun 1996. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Freeport ternyata sudah lama mengincar Papua. Tahun 1959, perusahaan Freeport Sulphur nyaris bangkrut karena tambang mereka di Kuba dinasionalisasi oleh Fidel Castro. Dalam artikel itu disebut berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan. Jika Soekarno Masih Ada, Tak Akan Ada Freeport Di Papua. Di tengah kondisi perusahaan yang terancam hancur itu pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur menemui Direktur Pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Gruisen bercerita dirinya menemukan laporan penelitian di Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Disebutkan tembaga di gunung ini tak perlu susah-susah digali. Ibarat kata tinggal meraup, karena tembaga berada di atas tanah. Wilson tertarik dan mulai mengadakan survei ke Papua. Dia setengah gila kegirangan karena menemukan gunung itu tak hanya berisi tembaga tapi emas! Ya, dia menemukan gunung emas di Papua.
Tahun 1960, suasana di Papua tegang. Soekarno berusaha merebut Papua dari Belanda lewat operasi militer yang diberi nama Trikora. Freeport yang mau menjalin kerjasama dengan Belanda lewat East Borneo Company pun belingsatan. Kalau Papua jatuh ke Indonesia bisa runyam urusannya. Mereka jelas tak mau kehilangan gunung emas itu. Wilson disebutkan berusaha meminta bantuan John F Kennedy. Tapi si Presiden AS itu malah kelihatan mendukung Soekarno. John pula yang mengirimkan adiknya Bob Kennedy untuk menekan pemerintah Belanda agar tak mempertahankan Papua. JFK juga yang mengancam Belanda akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II, terpaksa menurut. Agaknya Belanda pun tak tahu ada gunung emas di Papua sehingga mereka menurut saja disuruh mundur oleh AS. Kontrak Freeport pun buyar. Apalagi Soekarno selalu menolak perusahaan asing menancapkan kaki mereka di Papua. Pada perusahaan minyak asing yang sudah kadung beroperasi di Riau, Soekarno meminta jatah 60 persen untuk rakyat Indonesia. Kekesalan mereka bertambah, Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Sebutir peluru menghentikan langkah Kennedy. Kebijakan pengganti Kennedy langsung bertolak belakang. Indonesia pun makin jauh dari AS dan semakin mesra dengan Blok Timur yang berbau komunis. Tragedi September 1965 menghancurkan Soekarno. Dia yang keras menolak modal asing, digantikan Soeharto. Setelah dilantik, Soeharto segera meneken pengesahan Undang-undang Penanaman Modal Asing pada 1967. Freepot merupakan perusahaan asing pertama yang kontraknya di tandatangani Prsiden Soeharto. Ironisnya, pemerintah Indonesia ternyata hanya mendapat jatah 1 persen saja. Kontras sekali dengan apa yang dulu pernah diperjuangkan Soekarno. Kalau JFK & Soekarno masih ada, tak akan ada Freeport di Papua.

Source: cangcut. net
 

24 July 2015

Munculnya Negara Penjajah Baru Yang Bernama Republik Rakyat Tiongkok ( China )

 
Peta kekuatan dunia tidak banyak berubah setelah dulu ada Amerika dan Uni Soviet, kini ada Amerika dan China. Dan mereka sangat berkepentingan melebarkan pengaruhnya kepada negara-negara lain ...apalagi kepada Indonesia yang di pandang sebagai negara dengan SDA luar biasa dan pasar yang sangat potensial. "Presiden AS Richard M Nixon menginginkan kekayaan alam Indonesia diperas sampai kering. Di mata Nixon, Indonesia ibarat Real Estate terbesar di Dunia yang tidak boleh jatuh ke tangan Uni Soviet dan China." tulis John perkins di dalam bukunya.

Pemberian utang/pinjaman kepada negara-negara dunia ketiga termasuk Indonesia adalah upaya penguasaan negara atas negara untuk mewujudkan sebuah imperium  yang kuat dan tak tertandingi  dengan jalan membangkrutkan negeri penerima utang. Setelah tersandera utang yang menggunung, Negara pengutang dijadikan kuda yang dikendalikan kusir. Tidak China , tidak Amerika...semua sama tujuanya menguasai ekonomi dan politik untuk keuntungan mereka.

Imperium adalah istilah untuk menyebut Negara-bangsa yang mendominasi negara-bangsa lainnya dengan ciri-ciri;
1. Mengekspoitasi sumber daya dari negara yang didominasi
2. Menguras sumber daya dalam jumlah yang tak sebanding dengan jumlah penduduknya jika dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain
3. Memiliki angkatan militer yang besar untuk menegakan kebijaksannya ketika upaya halus gagal
4. Menyebarkan bahasa, sastra, seni dan berbagai aspek budayanya ke seluruh tempat yang berada di bawah pengaruhnya
5. Menarik pajak bukan hanya dari warga sendiri, tapi juga dari orang-orang di negara lain
6. Mendorong penggunaan mata uangnya sendiri di negara-negara yang berada di bawah kendalinya

Sekarang kita lihat kemana arah pemerintah kita ..ke China apa ke Amerika. Kedua kekuatan itu yang sedang bermain di Indonesia ini untuk memetik keuntungan sebesar2nya bagi mereka sendiri. Atawa kita akan menjadi bancaan kedua kekuatan itu..?

20 July 2015

ISIS Yang Sangat Misterius

 
 
Siapa sih yang tak pernah mendengar tentang organisasi ISIS, organisasi yang menamakan dirinya Islamic State of Iraq and Syria yang saat ini sedang naik daun dan sedang heboh-hebohnya hingga banyak menarik perhatian dunia international. Hingga Indonesia pun ikut menyoroti tentang organisasi itu karena telah menjamurnya paham organisasi itu di Indonesia hingga menarik banyak warga Indonesia untuk ikut bergabung. Bahkan telah menjadikan Indonesia sebagai basisnyaa di kawasan Asia Tenggara hingga tempat perekrutan para anggota-anggota barunya. Sering kita bertanya-tanya sebenarnya siapa sih ISIS, apa sih tujuan yang sebenarnya, dan hal apa sih yang ingin mereka perjuangkan. . Karena mereka menamakan dirinya sebagai khalifah islam tetapi bentuk perjuangan dan perilaku mereka jauh melenceng dari ajaran islam bahkan mereka lebih menjunjung sifat arogan dalam perjuangan mereka. Bukannya memerangi kaum kafir seperti Israel, ISIS malah memerangi dan membunuh para mujahidin-mujahidin muslim yang sedang berjuang untuk menggulingkan pemimpin Suriah yang zhalim dan mereka banyak menghancurkan makam para nabi-nabi seperti makam nabi Yunus dll. Bahkan yang paling gila lagi ISIS dikabarkan ingin menyerang Mekah dan Madinah dan ingin menghancurkan kabaah. Dan faktanya ISIS adalah organisasi bentukan USA yang sengaja diciptakan untuk menimbulkan kekacauan di kawasan timur tengah dan membuat perpecahan di kubu para umat muslimin.
Nah hal itulah yang menjadi pertanyaan besar sekaligus menimbulkan beberapa kejanggalan besar tentang organisasi itu. Kecurigaan itu bukanlah hanya sekedar kecurigaan main-main karena kecurigaan itu dilandasi oleh beberapa faktor yang kuat yaitu;
01. Di mana letak lokasi pangkalan ISIS (Israeli Secret Intelligence Service?) sebenarnya..? Di mana mereka tidur dan di mana mereka melakukan latihan-latihan..? 
02. Bagaimana mereka mendanai mobil-mobil pickup dan kelengkapan persenjataan mereka yang begitu lengkap dan canggih tanpa pernah kehabisan amunisi..?
03. Di bank mana mereka melakukan transaksi..? Bukankah USA bisa melacaknya..?
04. Bagaimana cara mereka merekrut dan mendanai biaya hidup pasukan mereka..? 
05. Kemana mereka membawa personil mereka yang terluka untuk mendapatkan perawatan medis..?06. Server Internet apa yang membiarkan mereka memposting video-video serta mengeluarkan tweet rekrutmen di internet..? Bukankah dari situ keberadaan mereka bisa dilacak jika USA memang hendak menggerebek ISIS..?
07. Bagaimana pula aktivitas-aktivitas ISIS di internet ini bisa lolos dengan mulus dari pengawasan NSA yang cukup ketat itu..? 
08. Mengapa CIA, M16 dan Mossad tidak mensensor aktivitas ISIS di internet..? Padahal melalui satelit, keberadaan ISIS bisa dilacak dan tenda-tenda mereka bisa digerebek!
09. Bagaimana pasukan ISIS yang tampak begitu terlatih itu (bukan rekrutan dari penduduk lokal di sekitar) bisa tiba-tiba muncul dalam semalam entah dari mana asalnya..? 
10. Mengapa pula mereka tidak pernah menyerbu atau mengancam Israel..? ISIS hanya mendatangi wilayah yang ada mujahidinnya untuk kemudian membuat kekacauan di barisan mujahidin dan membunuhi mujahidin!

Skuadron 100 TNI AL Jadi Efek Gentar Bagi Penyusup RITNI

Angkatan Laut kian memantapkan niat untuk menghidupkan kembali Skuadron 100 –pasukan pemburu kapal selam yang berjaya di tahun 1960-an. Pembelian sebelas helikopter antikapal selam (AKS) menjadi tonggak untuk merealisasikan rencana itu. Kepala Dinas Penerangan TNI AL Kolonel Laut M Zainudin tak menampik kebanggaan institusinya terhadap Skuadron 100 yang dahulu disegani angkatan bersenjata negara lain. “Tentu ditakuti, sebab kapal selam (asing yang menyusup ke perairan Indonesia) bisa dilihat dari atas (oleh helikopter antikapal selam),” kata dia kepada CNN Indonesia, Kamis (25/6).
Oleh sebab itu helikopter antikapal selam menjadi alat utama sistem senjata (alutsista) yang vital dalam pembentukan Skuadron 100. Helikopter-helikopter itu dapat dengan mudah melihat bayangan kapal selam penyusup melalui sonar sembari terbang di atas laut. Sebelas helikopter AKS akan tiba secara bertahap ke tanah air.“Ini sudah masuk rencana strategi TNI 2015-2019. Program jangka panjang. Satu skuadron terdiri dari 12 helikopter AKS. Sebelas helikopter cukup. Satu skuadron saja terpenuhi bisa menimbulkan efek gentar bagi negara-negara lain di kawasan, terutama yang kerap melanggar wilayah RI,” kata Zainudin.Apabila pelanggaran wilayah RI oleh kapal perang atau pesawat tempur asing kasatmata, tidak demikian halnya dengan penyusupan oleh kapal selam asing ke laut Indonesia. “Kapal selam tak bisa dilihat langsung oleh mata. Itulah pentingnya helikopter antikapal selam,”ujar Zainudin.Dahulu Angkatan Bersenjata RI membangun Skuadron 100 dengan helikopter-helikopter Rusia (dulu Uni Soviet). Namun armada peninggalan Rusia itu kini telah uzur dan rongsok, membuat TNI AL kekurangan alat operasional sehingga Skuadron 100 yang sempat menjadi pusat kekuatan operasi laut ‘tenggelam’, dilebur dengan skuadron lain. Sejak 1990-an, TNI AL tak punya lagi helikopter antikapal selam.

  1. Kini TNI AL mulai membangun kembali Skuadron 100 secara bertahap. Sebelas helikopter antikapal selam diproduksi di Perancis oleh Airbus Helicopters (dulu Eurocopter) bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia.Zainudin mengakui alutsista TNI AL memang belum lengkap dan jauh dari sempurna, tapi mereka berupaya melengkapinya dengan bertahap. Itu semua demi menjaga kedaulatan dan ketahanan negara.Komisi I DPR selaku mitra kerja TNI mengatakan pembelian 11 helikopter antikapal selam masuk dalam program karena TNI AL memang memerlukan helikopter dengan jangkauan luas yang dapat didaratkan di kapal-kapal perang mereka.“Skuadron itu merupakan bagian dari armada tempur TNI Angkatan Laut. Ada kapal selam, kapal tempur, dan salah satunya helikopter antikapal selam itu,” kata anggota Komisi I Tubagus Hasanuddin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supendi optimistis Skuadron 100 dapat dihidupkan lagi. “Dulu pesawatnya belum ada. Sekarang ada, tinggal mengaktifkan kembali skuadron itu,” kata di Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Rabu malam (24/6). Sejak 2013, TNI AL menekankan pentingnya helikopter antikapal selam sebagai mata dan telinga kapal perang dalam menjaga kedaulatan maritim RI yang luas perairannya mencapai lebih dari 5,8 juta kilometer. Untuk diketahui, pasukan militer negara-negara tetangga RI memiliki helikopter antikapal selam di kapal perang mereka. Singapura misalnya menggunakan Sikorsky S-70 B Seahawk, Australia memakai Sikorsky MH-60 R, dan Malaysia punya Super Lynx.