26 February 2016

AR ROZI SEORANG DOKTER MUSLIM, SANG MERCUSUAR ILMU KEDOKTERAN DUNIA


Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
(QS. AN Nahl : 69).
Baca juga: ISIS Yang Sangat Misterius
Baca juga: LAPAN Ternyata Diam-Diam Pernah Merancang Pesawat Tempur Generasi Ke-5

Sahabat Rohimakumulloh, itulah isi dari firman Allah SWT dalam AL Qur’an yang menggambarkan tentang manfaat dari madu yang dihasilkan oleh lebah, hewan kecil namun mampu menghasilkan obat bagi yang meminumnya, dalam ayat ini Allah SWT memberi pelajaran bagi orang-orang yang memikirkannya. Lebah merupakan gambaran bagi orang-orang yang memiliki manfaat bagi lingkungannya, begitu juga orang-orang yang menularkan ilmu yang dimilikinya. Dunia kedokteran mengenal nama Abu Bakar Muhammad bin Zakariya Ar Rozi, seorang ilmuwan muslim yang menularkan banyak ilmu yang ia miliki sehingga dijuluki sebagai pelopor kedokteran modern. Beliau lahir pada tahun 251 H/846 di Royy (Rayy), Persia. Orang Eropa biasa memanggil beliau dengan sebutan Razhes. Beliau juga sering dijuluki sebagai “Galen”-nya Arab. Galen adalah nama seorang dokter dan filosof dari Yunani yang sangat terkenal. Ar Rozi juga mempelajari ilmu filsafat, kimia, matematika, dan kesusatraan sejak muda.
Dalam bidang kedokteran, beliau berguru kepada Hunayn bin Ishaq di Baghdad. Sekembalinya dari Baghdad, beliau dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakit di Royy. Selanjutnya, beliau juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad. Kala itu, Baghdad dikenal sebagai kota dengan puncak keemasan intelektual yang kala itu menjadi pusat pemerintahaan kekhalifahan Abbasiyah. Ar Rozi memberikan informasi tentang small pox (penyakit cacar), penyakit paling berbahaya pada zaman itu. Ar Rozi juga menulis sejumlah karya. Salah satunya adalah kitab “Al Judari wa Al Hasbah” (Cacar dan Campak). Kitab ini memberikan pengetahuaan tentang seluk-beluk penyakit cacar kepada dokter Eropa.
Baca juga; Utang Adalah Gaya Baru Yang Digunakan Untuk Menjajah
Baca juga: Rapatkanlah Kakimu Ketika Sholat
Selain memperkenalkan penyakit cacar, Ar Rozi juga melakukan pengobatan khas dengan pemanasan syaraf dan menganggap penting pengobatan kepala pening. Selain itu, ia juga diduga sebagai dokter pertama yang mendiagnosa penyakit tekanan darah tinggi. Selama hidupnya, Ar Rozi mengarang sekitar 200 kitab ilmiah, diantarannya adalah kitab “Al Hawi” (Buku Induk) yang terdiri dari 20 jilid, Al Hawi dianggap sebagai karya terbesar Ar Rozi. Buku ini juga dianggap intisari ilmu Yunani, Syria dan Arab. Karya Ar Rozi tersebut tersimpan di berbagai tempat di Eropa, keunggulan karya Ar Rozi kalangan kristen Eropa menaruh simpati.
Setelah peristiwa perang Salib, raja-raja di Eropa memerintahkan agar semua karya Ar Rozi diterjemahkan dalam bahasa latin, yang merupakan bahasa resmi ilmu pengetahuan Eropa pada masa itu, hal inilah yang membuat sebagian besar orang yang hidup di zaman ini mengira bahwa ilmu kedokteran berasal dari Eropa, padalah mereka hanya menerjemahkan saja. Kitab karya Ar Rozi lainnya adalah ensiklopedi kedokteran yang terdiri dari 10 jilid.
Baca juga: KISAH NYATA: KRI IRIAN VS 20 KAPAL DESTROYER AS
Hingga abad 12 M, Kitab Al Hawi masih dijadikan pegangan dasar mahasiswa kedokteran di sejumlah universitas Eropa. Lewat Kitab Al Hawi, orang Eropa mulai mengetahui kebesaran nama Ar Rozi, seorang dokter muslim. Selain karya di atas, Ar Rozi juga menghasilkan beberapa karya, seperti Al Thibbur Ruhani (Pengobatan Rohani), Sirrul Asror (Rahasia Segala Rahasia), Nafis Fi Hisbah wal Judari (Pengobatan Campak dan Cacar), dan Man La Yahdhuruhu Ath Thabib (Pengobatan Alternatif Ketika Tidak Ada Dokter).
Kitab Sirrul Asror adalah sebuah kitab yang berisi sejumlah percobaan kimia yang pernah dilakukan Ar Rozi. Sedangkan Kitab Man La Yahdhuruhu Ath Thabib adalah sebuah buku pengobatan untuk orang-orang yang tidak mampu. Dalam buku tersebut, Ar Rozi menyarankan jenis pengobatan alternatif, yaitu pengobatan dengan memakai obat-obatan yang berasal dari alam. Setiap tulisan Ar Rozi adalah hasil rangkuman dari sejumlah teori kedokteran yang telah dicoba keabsahannya dan kebenarannya lewat eksperimen. Memasuki usia senja, Ar Rozi terserang penyakit katarak hingga kedua matanya buta, beliau wafat pada tahun 313 H/925 M di kota kelahirannya. Pengabdian dan kejeniusan Ar Rozi diakui dunia barat hingga kini. Ia pun disebut sebagai tokoh perintis ilmu kedokteran terbesar dari dunia Islam.
Baca juga: Organisasi-organisasi Rahasia Yahudi Yang Sangat Berbahaya
Baca juga: Konspirasi Yahudi Menyusup ke Indonesia
Sahabat Rohimakumulloh, Allah SWT berfirman ”Dan jikalau Kami jadikan Al Qur’an itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Qur’an) dalam bahasa asing sedangkan (Rasul adalah orang) Arab? Katakanlah “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penyembuh (penawar) bagi orang-orang mu’min. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur’an itu sesuatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang yang dipanggil dari tempat yang jauh”.
(QS. Fushshilat : 44).

Baca juga: Penggambaran Wujud Surga Menurut Agama Islam
Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa Al Qur’an merupakan penyembuh bagi orang-orang mu’min, Al Qur’an merupakan rujukan dari ilmu segala ilmu, terlebih lagi kesehatan dan kedokteran.
Bahkan di dalam Islam banyak ibadah yang berkaitan langsung dengan ilmu kesehatan, Rasulullah Muhammad SAW bersabda “Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah SWT.
(HR. Muslim).
Dalam hadist lain diriwayatkan, dari Ibnu Abbas RA. Beliau berkata Nabi Muhammad SAW bersabda “Dua kenikmatan yang dapat memperdaya manusia adalah sehat dan waktu luang.
(HR. Al Bukhori).
Maka dari itu, mari kita berusaha memanfaatkan waktu luang dan kesehatan yang kita miliki untuk berjuang di jalan Allah SWT dengan mengikuti sunnah Rasulullah Muhammad SAW, seperti yang dilakukan para ilmuwan dan dokter Muslim terdahulu.
Wallohua’lambishshowab.
 Baca juga: JIWA KSATRIA MUSLIM


26 January 2016

KISAH BOCAH DAN CITA-CITANYA


Yusuf Adji Dewantara adalah seorang pengusaha yang sangat sukses. Dia memiliki berbagai macam bisnis mulai dari bisnis kuliner, jasa, dan konstruksi. Dia juga adalah seorang pengusaha yang sangat dermawan. Dia selalu menyisihkan 45% dari pendapatannya untuk program sosial.
Baca juga: JIWA KSATRIA MUSLIM
Saat ia masih sekolah dasar, ia dan temannya pernah diberi PR (pekerjaan rumah) dari Guru Bahasa Indonesianya untuk menulis mimpinya. Dengan sungguh-sungguh dan menjiwai ia menulis mimpinya dengan sangat detail, lengkap, plus gambarnya. Pada esok harinya ia lantas mengumpulkan PRya itu kepada sang Guru. Namun, sang Guru hanya memberikan nilai 5 untuk PR yang dikumpulkannya itu, nilai yang paling terendah diantara nilai semua temannya saat itu.
 Ketika Yusuf menanyakan alasan kenapa ia mendapatkan nilai tersebut, sang Guru menjawab bahwa mimpinya itu tidak realistis untuknya. Sang Guru juga menambahkan bahwa mimpinya itu adalah sesuatu hal yang aneh dan susah untuk diwujudkan serta menyarankan untuk Yusuf mengganti mimpinya itu. Mendengar jawaban dari sang Guru, Yusuf menjawab, “Anda boleh memberikan nilai 5 untuk PR saya, tetapi saya akan tetap teguh dalam memelihara dan akan berusaha dengan kerja keras demi mewujudkan mimpiku itu.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Menyusup ke Indonesia
Baca juga: Inilah Sektor ABC Wilayah Udara RI Yang Dikuasai Oleh Singapura
Beberapa puluh tahun berikutnya, terjadi musibah terhadap sekolah itu. Sekolah itu roboh karena bangunan sekolah itu sudah berusia sangat tua. Sehingga membuat semua para siswanya untuk sementara ini diliburkan sekolah. Kepala Sekolah telah mengirimkan surat kepada pihak Dinas Pendidikan Daerah tentang masalah itu, agar sekolah yang baru dapat dibangun sehinnga para murid bisa bersekolah lagi. Namun sudah lebih setengah tahun surat itu dikirimkan, tetapi sampai saat ini belum mendapat balasan dari Dinas Pendidikan Daerah tentang masalah itu. Sehingga mengancam masa depan semua para siswanya.
Tanpa terduga, esok harinya sekolah itu dipenuhi dengan kesibukan rutinitas para pekerja bangunan. Yang sibuk hilir mudik membangun lagi sekolah yang runtuh itu. Dengan mulai dibangunnya sekolah itu lantas membuat para guru dan semua muridnya seolah mendapat angin segar tentang berakhirnya masalah yang selama ini dihadapi.
Setelah itu pihak sekolah memberikan surat lagi kepada Dinas Pendidikan Daerah,  yang berisikan ucapan terima kasih yang sangat mendalam karena telah mengirim bantuan dalam pembangunan gedung sekolah baru tersebut. Betapa kagetnya sang Kepala Sekolah setelah membaca isi surat balasan dari surat yang telah ia kirimkan 3 hari yang lalu, surat itu bertuliskan bantahan dari pihak Dinas Pendidikan Daerah bahwa mereka telah membantu pembangunan sekolah baru tersebut. Pihak Dinas Pendidikan Daerah malahan baru mengajukan permintaan pencairan dana bantuan pembangunan sekolah tersebut kepada Dinas Pendidikan Pusat. Spontan Kepala Sekolah mengutus para guru untuk menyelidiki sumber dana pembangunan sekolah tersebut.
Baca juga: Ingin Tahukah Kamu Apa Itu Sukses
Baca juga: Jimat Jendral Besar Soedirman
Sang Guru langsung menanyakan kepada Kepala Proyek Bangunan tersebut tentang siapa yang mengutus dia untuk melakukan pembangunan kembali sekolah itu. Lantas sang Kepala Proyek berkata kepada guru tersebut, “Maaf Bu, saya tidak tahu-menahu siapa Sang sumber dana tersebut. Saya hanya diberikan perintah dari atasan saya untuk membangun sekolah itu. Silahkan Ibu hubungi kantor saja.
Keesokan harinya guru itu pergi ke kantor konstruksi tersebut, setelah sampai disana ia langsung bertemu kepada Pimpinan Kantor Konstruksi tersebut dan betapa kagetnya bahwa pimpinan kantor tersebut adalah Yusuf bekas mantan muritnya dahulu. Sang Guru lantas menanyakan kepada Yusuf mengenai sumber dana pembangunan sekolahnya. Betapa kagetnya sang Guru bahwa Yusuflah sang Dermawan tersebut. Disana ia bercerita banyak dengan bekas gurunya itu.
Baca juga: LAPAN Ternyata Diam-Diam Pernah Merancang Pesawat Tempur Generasi Ke-5
Sang Guru berkata kepada Yusuf, “Maafkan saya ya nak, selama ini saya telah menjadi pencuri mimpi banyak anak-anak muridku. Namun betapa bersyukurnya aku, karena kamu mempunyai kekuatan untuk tidak mendengarkan perkataan burukku.
“Ternyata yusuf menuliskan PR mengenai impiannya yang berisi bahwa dia mempunyai mimpi untuk menjadi superhero agar dapat membantu orang-orang yang sedang mengalami kesusahan”

22 January 2016

KISAH BOCAH LUAR BIASA YANG BERAKHIR KADALUARSA

Ada sebuah bocah laki-laki berusia 7 tahun bernama Badrus. Ia memiliki keahlian dapat memperbaiki beragam peralatan elektronik yang rusak. Bocah itu mendapatkan keahlian tersebut dari kakeknya, karena kakeknya adalah seseorang yang ahli dalam memperbaiki peralatan-peralatan elektronik yang rusak. Sejak ia kecil Badrus diasuh oleh kakeknya di kota karena Badrus adalah seorang anak yatim yang hanya memiliki seorang ayah dan memiliki 5 orang saudara. Ayah Badrus adalah seorang petani miskin yang hanya bekerja menggarap sawah milik orang lain sehingga perekonomian keluarnya bisa dibilang sangat sulit. Sehingga sejak ia berusia 3 tahun sang kakek memutuskan untuk mengasuhnya, agar bertujuan untuk meringankan beban ayahnya sekalipun agar diharapkan dapat memperbaiki masa depannya dengan tinggal di kota.
Baca juga: Surat Untuk Penguasa Yang Zhalim
Baca juga: Aku Akan Tidur Atau Akan Mati
Saat sang kakek berkerja ia selalu mengajak Badrus untuk menemaninya. Selama ia sedang bekerja, ia sering memerintahkan Badrus untuk membantunya sembari belajar tentang cara memperbaiki alat-alat elektronik. Sang kakek dengan sabar selalu membimbing dan mengajarkan cara memperbaiki alat-alat elektronik yang rusak kepada Badrus sambil menjelaskan nama benda-benda dan fungsinya tersebut. Selama mengikuti sang kakek bekerja, Badrus mulai terbiasa dan ia secara perlahan mulai dapat memperbaiki alat-alat elektronik yang rusak sendiri. Sehingga Badrus mulai dapat membantu dan meringankan pekerjaan kakeknya untuk memperbaiki alat-alat elektronik yang rusak.
Baca juga: Jim Geovedi, Hacker Asal Indonesia Yang Ditakuti Dunia
Pada suatu hari sang kakek jatuh sakit sehingga ia tidak dapat berkerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Badrus berinisiatif menggantikan kakeknya bekerja memperbaiki alat-alat elektronik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta untuk membeli obat buat sang kakek. Selama sang kakek sakit, Badrus bekerja sangat keras demi kesembuhan sang kakek yang sangat ia sayangi. Tapi takdir berbicara lain, sang kakek akhirnya meninggal setelah jatuh sakit selama 12 hari. Badrus sangat terpukul saat itu, karena ia baru saja kehilangan seseorang yang sangat ia sayangi. Setelah sang kakek tiada, Ayah Badrus memutuskan untuk menjemput Badrus pulang ke rumahnya di kampung, karena selama ia berada di sana ia selalu terbayang wajah sang kakek yang malah selalu membuatnya tersedih karena besarnya rasa sayang Badrus kepada sang kakek.
Saat berada di rumah Badrus sering sekali memperbaiki peralatan-peralatan elektronik yang rusak di rumahnya. Sang ayah mengetahui kemampuan anaknya dan sering mengajak Badrus untuk berkeliling kampung memperbaiki peralatan-peralatan tetangga yang rusak. Ia mendapatkan sangat banyak sekali permintaan dari tetangganya untuk memperbaiki alat-alat elektronik mereka yang rusak. Dengan memperbaiki alat-alat elektronik tersebut Badrus mendapatkan upah dari tetangga yang lumayan besar. Upah yang lumayan cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari keluarganya. Hari demi hari ia habiskan untuk berkeliling desa memperbaiki alat-alat elektronik tetangganya yang rusak. Kampung demi kampung ia jelajahi.
Baca juga: 10 Cara Sukses Dalam Islam
Baca juga: Tentara Papua Nugini Menurunkan Bendera Merah Putih Di Kampung RawaBiru, Merauke, Papua
Saat tiba di kampung sebelah, ia tiba-tiba dipanggil oleh seseorang yang sangat kaya untuk datang kerumahnya memperbaiki peralatan elektroniknya yang rusak. Orang kaya itu sangat kagum dengan kemampuan Badrus dalam memperbaiki alat-alat elektronik tersebut, orang kaya itu memberi saran kepada Ayah Badrus agar Badrus dapat disekolahkan untuk dapat menuntut ilmu yang lebih banyak lagi. Dengan begitu masa depan Badrus dapat lebih cerah lagi. Sayang, Ayah Badrus tidak mendengarkan saran orang kaya itu dan mengucapkan “Buat apa sekolah! Lebih baik bekerja seperti ini bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Baca juga: Intel Indonesia Lebih Hebat Dari Mossad Dan CIA Soal Menguntit
Baca juga: Pasukan Elite Kebanggaan Rakyat Indonesia
Semakin maju dan pesatnya perkembangan teknologi. Badrus mulai bingung, bagaimana cara memperbaiki peralatan-peralatan elektronik tersebut. Karena Badrus adalah seorang anak yang tak bersekolah sehingga ia mulai buta dengan pertumbuhan ilmu pengetahuan dunia. Sehingga ia sering mengecewakan para pelanggannya karena tidak bisa memperbaiki alat-alat elektronik tersebut. Ayah Badrus mulai menyesal, karena dahulu ia tidak mau mendengarkan saran orang kaya tersebut. Karena usia Badrus sudah terlalu tua untuk memulai sekolah.
Kepandaian atau potensi sehebat apapun yang dimiliki saat ini, tidak akan berguna jika tidak mengalami pembelajaran atau pertumbuhan. Kepandaian atau potensi yang kita miliki pada masa lalu tidak dapat menjawab permaasalahan masa kini. Ilmu atau potensi diri harus selalu dikembangkan karena ilmu tidak akan pernah ada habisnya.
Baca juga: Dunia Yang Butuh Indonesia, Bukan Sebaliknya
Menurut Jhon C. Maxwell, kita menjadi muda hanya sekali saja, tetapi bisa tidak matang selamanya. Artinya, pertumbuhan ini tidaklah otomatis sedangkan hal yang otomatis adalah menjadi tua. Sesibuk apa pun kita hari ini, marilah terus belajar dan memperbarui kemampuan diri. Luangkan waktu untuk membaca buku walaupun sehari hanya dapat membaca satu lembar halaman buku saja.  

18 January 2016

KISAH DUA NENEK JOMPO

Ada sebuah cerita tentang dua orang nenek jompo yang tinggal di panti. Mereka tinggal di kamar yang sama. Nenek yang lumpuh memiliki tempat tidur tidak di dekat jendela. Sedangkan nenek yang satunya tidak lumpuh dan memiliki tempat tidur di dekat jendela. Nenek itu selalu duduk di pinggir jendela dan memandang keluar.
 Hampir setiap hari, ia bercerita kepada nenek yang lumpuh tentang apa yang dilihatnya; sepasang burung yang hinggap di pohon, tupai yang selalu ceria, kupu-kupu yang bebas bertebangan, matahari yang bersinar dengan cerianya dan juga tentang anak-anak yang berlari sambil bermain-main. Nenek yang lumpuh itu hanya memejamkan mata dan membayangkan apa yang diceritakan kepadanya.
Baca juga: LAPAN Ternyata Diam-Diam Pernah Merancang Pesawat Tempur Generasi Ke-5

Tidak lama kemudian, nenek yang tidur di dekat jendela meninggal dunia. Dan, nenek yang lumpuh pindah ke tempat tidur di sebelah jendela. Begitu sampai di sana, nenek yang lumpuh itu mengangkat tubuh rentanya. Dengan bertumpu pada sikunya, ia memandang keluar jendela yang berada di samping kamar tidurnya. Namun, ia tidak melihat gambaran yang selalu diceritakan oleh almahrummah nenek yang tidak lumpuh. Di luar sana tidak ada burung dan semua pemandangan indah; ternyata jendela itu menghadap tembok.

Penasaran, nenek lumpuh itu bertanya kepada perawat tentang alasan almahrummah nenek yang tidak lumpuh itu menceritakan hal-hal yang begitu indah kepadanya.
Baca juga: BERHENTILAH BERHATI SEEKOR TIKUS
Baca juga: KISAH BOCAHLUAR BIASA YANG BERAKHIR KADALUARSA
Jawaban perawat sungguh mencengangkan. Ternyata nenek tersebut buta akibat kecelakaan menimpanya 25 tahun yang lalu. Ia hanya ingin memberikan semangat kepada nenek yang lumpuh lewat kisah-kisahnya.

Jadi, kita tahu bahwa motiflah (alasan) yang membuat dunia lebih berwarna. Oleh karena itu, warnailah kehidupan yang suram dengan keceriaan, warnailah dunia yang pesimis dengan keoptimisan, warnailah dunia yang tidak adil dengan ucapan syukur. Bahkan, penelitian psikolog Martin Seligman dari Universitas Pensylvania menemukan bahkan sikap optimis meningkatkan kualitas pekerjaan.

Baca juga: HOAX Tentang Pertolongan Pertama Orang Terkena Struk Dengan MenusukkanJarum Keujung Jari
Baca juga: Isi Hati Anak Papua Untuk Saudara Sesama Papua.


16 January 2016

Kisah Berhenti Makan Permen

Suatu hari seorang ibu mengajak anaknya untuk pergi menjumpai Mahatma Gandhi seorang tokoh suci keagamaan dan mengeluhkan kebiasaan anaknya, “Anak saya tidak mau berhenti makan permen. Saya takut kebiasaan ini akan merusak giginya. ” Sambil tersenyum Gandhi menjawab, “Kembalilah kemari seminggu lagi.”
Baca juga: KISAH DUA NENEK JOMPO
Seminggu kemudian ibu itu kembali menemui Gandhi. Melihat wanita itu datang, Gandhi tersenyum dan berkata sambil memegang bahu anak itu, “Nak, mulai sekarang jangan makan permen lagi ya, karena itu akan merusak gigimu dan jika gigimu rusak kamu akan merasakan sakit yang begitu dahsyat sehingga kamupun akan kesulitan untuk makan.”
Baca juga: BERHENTILAH BERHATI SEEKOR TIKUS
Si anak pun berjanji akan menghentikan kebiasaannya dan segera berpamitan pulang. Namun, si ibu masih penasaran dan bertanya pada Gandhi, “Jika hanya mengatakan hal itu, Anda seharusnya bisa mengatakannya minggu lalu. Tapi mengapa waktu itu Anda meminta saya pulang dan tidak mengatakan apa-apa kepada saya?
Baca juga: Nebula Si Perhiasan Cantik Luar Angkasa
Gandhi tersenyum dan berkata, “Maafkan saya telah merepotkan ibu. Sejujurnya pada minggu lalu saya tidak bisa menyuruh anak ibu untuk berhenti makan permen.”
Ibu itu semakin penasaran kepada Gandhi dan menanyakan alasannya. Gandhi menjawab, “Karena pada minggu lalu saya sendiri masih suka makan permen.”
Inilah sebagian kecil kisah tentang integritas. Tidak ada gunanya meminta orang lain untuk melakukan sesuatu jika kita juga masih melakukan hal yang sama.