16 January 2016

Kisah Berhenti Makan Permen

Suatu hari seorang ibu mengajak anaknya untuk pergi menjumpai Mahatma Gandhi seorang tokoh suci keagamaan dan mengeluhkan kebiasaan anaknya, “Anak saya tidak mau berhenti makan permen. Saya takut kebiasaan ini akan merusak giginya. ” Sambil tersenyum Gandhi menjawab, “Kembalilah kemari seminggu lagi.”
Baca juga: KISAH DUA NENEK JOMPO
Seminggu kemudian ibu itu kembali menemui Gandhi. Melihat wanita itu datang, Gandhi tersenyum dan berkata sambil memegang bahu anak itu, “Nak, mulai sekarang jangan makan permen lagi ya, karena itu akan merusak gigimu dan jika gigimu rusak kamu akan merasakan sakit yang begitu dahsyat sehingga kamupun akan kesulitan untuk makan.”
Baca juga: BERHENTILAH BERHATI SEEKOR TIKUS
Si anak pun berjanji akan menghentikan kebiasaannya dan segera berpamitan pulang. Namun, si ibu masih penasaran dan bertanya pada Gandhi, “Jika hanya mengatakan hal itu, Anda seharusnya bisa mengatakannya minggu lalu. Tapi mengapa waktu itu Anda meminta saya pulang dan tidak mengatakan apa-apa kepada saya?
Baca juga: Nebula Si Perhiasan Cantik Luar Angkasa
Gandhi tersenyum dan berkata, “Maafkan saya telah merepotkan ibu. Sejujurnya pada minggu lalu saya tidak bisa menyuruh anak ibu untuk berhenti makan permen.”
Ibu itu semakin penasaran kepada Gandhi dan menanyakan alasannya. Gandhi menjawab, “Karena pada minggu lalu saya sendiri masih suka makan permen.”
Inilah sebagian kecil kisah tentang integritas. Tidak ada gunanya meminta orang lain untuk melakukan sesuatu jika kita juga masih melakukan hal yang sama.

14 January 2016

INISIATIF DAN TINDAKAN ADALAH MILIK ORANG SUKSES


Kebanyakan orang hanya suka menunggu saja, tetapi orang sukses itu tidak menunggu masa depannya, mereka itu menciptakan masa depannya sendiri, dengan memanfaatkan hasrat untuk mendapatkan inisiatif dalam hidupnya. Hasrat adalah keinginan yang kuat, sementara inisiatif adalah penyelesaiannya. Jadi inisiatif merupakan pengambilan tindakan, yang muncul dari motivasi diri. Inisiatif juga merupakan kemampuan membedakan apa yang harus diselesaikan dan tidak.
Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Umat Islam Menghadap Ka'bah Untuk Menyembah Allah
Inisiatif telah membuat banyak penemu, peneliti, olahragawan, serta pencipta lagu untuk mengubah imajinasinya menjadi karya yang nyata dan hebat. Inisiatif memiliki kekuatan momentum dalam pengejaran suatu tujuan. Jadi jangan menunggu orang lain melakukan apa yang kita tahu dapat dan harus kita lakukan, berinisiatiflah sekarang juga!
Jangan pernah menjadi “NATO” (No Action, Talk Only) agar impian tidak hanya sekedar impian pada siang bolong saja. Napoleon Hill dalam bukunya Think and Grow Rich menegaskan bahwa tindakan dan kecepatan adalah kunci kesuksesan.
Baca juga: Memeluk Agama Memiliki Pengaruh Positif Bagi Tubuh Dan Pikiran
Von Goethe, pujangga dan novelis Jerman mengakui bahwa berpikir itu mudah, bertindak itu sulit, dan menjabarkan pikiran untuk menjadi tindakan yang indah adalah hal yang paing tersulit. Jadi tidak heran jika ada sedikit orang yang bisa menindak-lanjuti sasaran-sasaran yang mereka buat. Sangat sedikit orang yang membuat rencana-rencana yang realistis dalam hidupnya. Karenanya, marilah melakukan tindakan apapun itu, sekalipun tindakan itu berjalan lambat. Ada pepatah Cina yang mengatakan agar kita tidak takut berjalan lambat, melainkan takutlah jika tidak sampai ke mana-mana. Sementara terus mengambil tindakan, jangan lupa untuk mengevaluasi setiap tindakan tersebut, apakah membawa kita maju atau mundur. Dan, yang tidak kalah penting adalah rayakan setiap kesuksesan-kesuksesan tindakan kita dengan menyebarkan ilmu itu ke seluruh dunia. Ingatlah bahwa tujuan kita tidak langsung pada sasaran besar, melainkan prosesnya.
Baca juga: KISAHBOCAH LUAR BIASA YANG BERAKHIR KADALUARSA
Baca juga: KISAH BOCAH DAN CITA-CITANYA
Waktu itu sangat berharga. Perbedaan yang nyata antara orang sukses dan gagal dapat dinilai dari cara mereka mengatur waktu. Jadi, pengaturan waktu adalah sebuah keahlian yang harus dipelajari. Waktu tidak dapat disewa, dipinjam, atau dibeli. Waktu itu tidak bisa berubah, satu hari tetap 24 jam dan satu jam tetap 60 menit. Waktu juga tidak dapat dikumpulkan dan disimpan. Serta waktu tidak bisa diganti dengan barang. Tentang waktu, Napoleon Bonaparte bahkan mengatakan bahwa dia memiliki semua hal yang ada di dunia, kecuali waktu. Kita semua memiliki waktu yang sama dan hanya orang sukses dan bijaklah yang mampu mengaturnya.
Ada beberapa alasan mengapa banyak orang menyia-nyiakan waktunya:
1. Apa yang mereka inginkan kurang jelas. Misalnya saja, jika menganggap pendidikan itu tidak penting, kita akan malas belajar atau jika menganggap kesehatan itu tidak penting, kita pasti malas berolahraga dan mengatur pola makan.
2. Tidak memiliki rencana kerja atau membiasakan hidup mengalir tanpa arah. Orang ini berarti tidak pernah membiasakan diri bekerja dengan rencana (action plan).
3. Perannya tidak jelas. Manusia selalu melakukan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
4. Memiliki pola kerja yang selalu rumit. “Jika bisa diselesaikan nanti, mengapa harus dikerjakan cepat-cepat,” begitu pikirnya
5. Tidak memiliki sistem atau alat kerja yang efektif, seperti komputer, kalkulator, alat simulasi, internet, dan sebagainya.
Baca juga: Nebula Si Perhiasan Cantik Luar Angkasa
Sepuluh perampok waktu terbesar yang sering mengganggu adalah penundaan (procrastination), telepon/internet/jaringan sosial, televisi, kemacetan lalu lintas, tamu yang datang tanpa janji, meeting mendadak, kurangnya prioritas, melakukan sesuatu yang tidak jelas, tidak bisa berkata tidak, dan management filling yang kurang baik. peter Drucker, pakar manajemen menasihati kita, “Lebih baik mengetahui ke mana waktu itu dibuang daripada merencanakan bagaimana mengatur waktu kita.”
Cara kita menginvestasikan waktu menentukan seberapa bahagia, sehat, makmur, dan aman diri kita. Kita menghabiskan banyak waktu untuk mengejar penghasilan untuk menafkahi keluarga. Namun, ingatlah uang bukanlah segalanya dan bukanlah yang terpenting dalam hidup. Ingatlah bahwa uang se-milliar tidak bisa digunakan untuk membeli kebahagiaan, kesehatan, keluarga, sahabat, karakter, damai sejahtera dan suara hati. Untuk itu, kita harus cermat menginvestasikan waktu dan memastikan apakah kita akan sampai di ujung jalan dengan selamat. Ada banyak hal yang bisa dibeli dengan uang tetapi ada lebih banyak pula hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Baca juga: AKSI INTELIJEN INDONESIA PENYELUNDUP PESAWAT TEMPUR
Baca juga: Jim Geovedi, Hacker Asal Indonesia Yang Ditakuti Dunia


12 January 2016

TUDINGAN TERHADAP BUNG KARNO YANG MEMBUAT INDONESIA TERPURUK HINGGA SAAT INI

Tudingan bahwa Bung Karno merupakan dalang atau “mastermind” kudeta G30SPKI yang dilakukan Dr. Antonie Dake seorang warga negara Belanda, dinilai bertendensi memecah belah bangsa Indonesia dengan membangkitkan politik “divide et imperil” jilid dua.
Baca juga: Australia Dorong Timor Timur Merdeka, Incar Minyak
Jangan sampai kita terkecoh. Janganlah sejarah diputar-balikan. Terima saja apa adanya. Dalam peristiwa itu, Bung Karno sendiri mengatakan, dia mengorbankan dirinya demi tetap utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Deklarator Ormas Karya Bersatu, Pinantun Hutasoit di Jakarta.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Menyusup ke Indonesia
Baca juga: Inilah Sektor ABC Wilayah Udara RI Yang Dikuasai Oleh Singapura
Pernyataan itu dilontarkan menanggapi pendapat tentang fitnahan Dake dalam bukunya yang berjudul Sukarno File, Berkas-Berkas Soekarno 1965-1967, Kronologi Suatu Keruntuhan yang diluncurkan Kamis (17/11) lalu di Jakarta, yang memojokkan dan menuding bahwa Bung Karnolah sang dalang G30S PKI.
Dake mengatakan, Bung Karno bukan saja mengetahui terjadinya aksi pembersihan terhadap sejumlah Jendral Angkatan Darat. Bahkan, dia pernah mengeluh dan minta tolong kepada (Letkol) Untung (Komandan Batalion I Tjakrabirawa) untuk menertibkan para jendral yang dianggapnya tidak loyal, tidak setia, dan antikomunisme.
Baca juga: Ingin Tahukah Kamu Apa Itu Sukses
Padahal faktanya semua tentang dugaan yang dituliskan oleh Dake pada bukunya Sukarno File hanyalah kebohongan besar dan tipu muslihat yang dia buat untuk menghancurkan bangsa Indonesia dan tentunya nama baik Soekarno.
Hal ini dibuktikan bahwa setelah lengsernya Soekarno dari kursi kepresidenan maka mulailah saat dimana hancurnya bangsa Indonesia mulai dari bergantungnya ekonomi Indonesia kepada AS dan negara Barat lain. Serta dimulainya eksploitasi sumber daya alam bumi pertiwi oleh asing secara membabi buta, yang membuat hingga saat ini, negara ini harus puas menjadi negara berkembang secara terus-menerus.
Padahal jika negara ini bisa menjadi negara mandiri, yang segala sesuatu terdapat di bumi pertiwi dapat kita olah sendiri, maka Indonesia akan menjadi negara yang memiliki perekonomian yang sangat luar biasa bahkan perekonomian Cinapun yang saat ini begitu luar biasa tidak ada apa-apanya bagi negara ini.
Baca juga: Kekayaan Natuna Yang Membuat Cina Tergiur Untuk Menguasainya
Baca juga: Utang Adalah Gaya Baru Yang Digunakan Untuk Menjajah
Mari kita sebagai generasi penerus bangsa ikutlah aktif berpartisipasi untuk membangun bangsa Indonesia disegala bidang sesuai dengan keahlian masing-masing serta jangalah kalian berpuas diri dan berbangga hati jika kalian bekerja di perusahaan asing dan mendapatkan gaji yang tinggi, karena jika anda sampai bangga dengan pencapaian itu berarti anda adalah orang bodoh karena sesungguhnya anda bisa saja mendapatkan gaji sebesar gaji yang selama ini didapat bos anda, hal yang mungkin jika anda ingin mengelolanya sendiri.
Tanamkanlah terus di kepala anda bahwa anda ini pemilik sah negara ini, jangan biarkan orang lain menikmati  apa yang seharusnya anda nikmati sendiri. Karena orang lain itu seperti ibarat seorang maling yang ingin mencuri di rumah kita, dan kita sebagai pemilik rumah seharusnya tidak membiarkan maling itu melakukan aksinya untuk mencuri di rumah kita.
Baca juga: KISAH NYATA: KRI IRIAN VS 20 KAPAL DESTROYER AS
Biarkan kekayaan yang ada di bumi pertiwi ini tetap berada di perut bumi hingga insinyur-insinyur Indonesia dapat mengolahnya sendiri” kata Ir. Soekarno

10 January 2016

INDONESIA MEMBANTU OPERASI RAHASIA AMERIKA SERIKAT MELARIKAN LON NOL


Kamis, 10 April 1975. Sebuah pesawat Garuda tipe DC-8 yang disewa oleh Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Benny Moerdani menanti di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. Pesawat komersial itu berangkat menuju Guam pukul 18.00, memboyong rombongan Presiden Kamboja Lon Nol ke Guam. Misi Indonesia selesai disana. Seterusnya Lon Nol akan bertukar pesawat. Amerika Serikat telah menyiapkan armada baru untuk memboyong rombongan Presiden Lon Nol dari Guam ke Hawaii.
Lon Nol (tiga dari kiri)
Tahun 1975 adalah masa genting bagi Kamboja. Pemberontakan kubu komunis Khmer Merah yang dipimpin oleh Saloth Sar alias Pol Pot menghebat. Pasuakan pemerintah di bawah Lon Nol terpukul mundur. Misi Khmer Merah terang dan jelas yaitu menghabisi semua anggota pasukan di kubu Lon Nol.
Baca juga: Inilah Sektor ABC Wilayah Udara RI Yang Dikuasai Oleh Singapura
Pembantaian terjadi hampir di seluruh wilayah Kamboja. Khmer Merah mengungkapkan bahwa Lon Nol termasuk salah satu dari tujuh pemimpin yang harus dihabisi. Pada Maret 1975, pasukan Pol Pot menguasai hampir seluruh Kamboja. Di Phnom Penh, Lon Nol tersudut. Amerika Serikat yang mendukung Lon Nol, bermaksud melarikan sekutunya itu ketempat yang lebih aman. Selain itu, pertumpahan darah yang lebih hebat bisa terhindar seandainya Lon Nol pergi. Masalahnya ia menolak angkat kaki dari Kamboja.
Baca juga: Ternyata Amerika Gentar Dengan Indonesia
Dia tidak mau keluar dari negaranya sebagai warga sipil, mau tetap dianggap Presiden,” kata Jusuf Wanandi, pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
Di titik itulah Indonesia berperan. Sebagai sekutu Amerika Serikat pada waktu  itu, Indonesia bersedia menerima kunjungan diplomatik Lon Nol. Pemerintahan Soeharto bersedia membantu misi Amerika Serikat dengan menerima kedatangan Lon Nol di Bali. “Kita menerima dia sebagai Presiden Kamboja,” ujar Jusuf. Pada 1 April 1975, di bawah ancaman pembantaian oleh Khmer Merah, Lon Nol berangkat dari Bandara Pochentong di Phnom Penh menuju Ngurah Rai, Bali.
Korespondensi Indonesia-Amerika Serikat dalam operasi pelarian Lon Nol belakangan terkuak berkat WikiLeaks. Kawat-kawat diplomatik Amerika yang dibocorkan WikiLeaks menunjukkan ada komunikasi intens antara Benny Moerdani dan pejabat Kedutaan Amerika.
Baca juga: Lapan Sukses Luncurkan Roket RX-450
Baca juga: Pemerintah RI Protes Kepada Malaysia Soal Pelanggaraan Tapal Batas
Dalam kawat rahasia tertanggal 7 April 1975, misalnya, disebutkan bahwa Benny mengubah rencana keberangkatan Lon Nol. Semula Lon Nol hendak diberangkatkan dari Biak dengan pesawat Angkatan Udara. Benny menginformasikan kepada pejabat AS bahwa rencana itu dibatalkan. Jadinya Lon Nol akan diberangkatkan dengan pesawat Garuda yang disewa intelijen. Benny meminta AS menyiapkan landasan di Guam untuk menerima penerbangan rahasia itu. Ia juga meminta AS menutup biaya penerbangan yang dikeluarkan Indonesia.
Kawat diplomatik AS juga menginformasikan pertemuan Lon Nol cs dengan Presiden Soeharto di Bali pada 5 April 1975. Dalam pertemuan itu, Lon Nol menjelaskan bahwa ia pergi dari Kamboja untuk mendukung perundingan damai di antara pihak yang berseteru di negaranya. Soeharto mendukung pemerintahan Lon Nol, tapi tak bersedia menjadi penengah antara Khmer Merah dan kubu Lon Nol. Pertemuan tersebut berlangsung satu jam.
Baca juga: Intel Indonesia Lebih Hebat Dari Mossad Dan CIA Soal Menguntit
Kawat diplomatik rahasia tertanggal 9 April 1975 memuat data anggota rombongan Lon Nol yang berangkat ke Guam. Jumlahnya 22 orang, termasuk istri, lima anak Lon Nol, pengawal pribadi, dan perawat keluarga. Mereka ditemani empat orang dari Indonesia, yakni mantan Dubes RI untuk Thailand Letjend Hartono Rekso Dharsono, satu diplomat International Commission of Control and Supervision, satu wartawan Antara, dan satu penerjemah bernama Mono.
Jusuf Wanandi mengatakan hubungan Kamboja-AS-Indonesia terjalin sejak 1970-an. Secara rahasia, Indonesia mengirim senjata AK-47 buatan Uni Soviet kepada AS untuk diberikan kepada pasukan Lon Nol. “Supaya tak tampak-tampak amat bahwa pasukan pemerintah dibantu oleh Amerika,” kata Jusuf. Sebagai ganti, Indonesia mendapat ribuan senjata M-16 bikinan AS.
Baca juga: AKSI INTELIJEN INDONESIA PENYELUNDUP PESAWAT TEMPUR
Dalam buku United States and Cambodia, 1969-2000: A Troubled Relationship (2003), Kenton Clymer menulis bahwa setidaknya lima kali Indonesia mengirim senjata kepada AS untuk diserahkan kepada pasukan antikomunis di Kamboja. Pengiriman yang kelima terjadi pada November 1970. Clymer mencatat, pada bulan itu, Indonesia mengirim 1.770 unit AK-47 dan sekitar 2,5 juta peluru. Sebagai imbalannya, Indonesia mendapat 5.880 unit M-16 dan 54 ribu amunisi dari Amerika Serikat.


09 January 2016

AKSI INTELIJEN INDONESIA PENYELUNDUP PESAWAT TEMPUR

Benny Moerdani , yang waktu itu menjabat sebagai Asisten Intelijen Pertahanan dan Keamanan melakukan operasi rahasia membeli 32 pesawat tempur bekas A-4E Skyhawk milik Israel pada tahun 1979. Nama sandinya Operasi Alpha, diambil dari huruf depan pesawat. Ini penugasan langsung dari Soeharto. Karena Indonesia tak punya hubungan diplomatik dengan Israel, maka operasi ini dijalankan dengan sangat rahasia.
Baca juga: Dunia Yang Butuh Indonesia, Bukan Sebaliknya
Bekas Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Purnawirawan Ashadi Tjahjadi dalam bukunya, Loyalitas Tanpa Pamrih, menceritakan Benny mengancam tidak akan mengakui kewarganegaraan anggota pasukan yang ditugasi membawa pesawat itu jika misi gagal. “Yang ragu-ragu silahkan kembali sekarang,” kata Ashadi dalam bukunya, menguntip ucapan Benny waktu itu.
Pembelian itu merepotkan intelijen Indonesia karena meski mengirim tim, dari teknisi hingga pilot, tanpa terendus banyak pihak. Semua identitas prajurit yang dikirim ke Israel dibuang di laut Singapura. Untuk menjaga kerahasiaan, mereka menyebut Israel dengan Arizona, negara bagian Amerika Serikat. Alamat korespondensi juga diarahkan ke Kantor Atase Pertahanan KBRI Washington.
Baca juga: Aku Akan Tidur Atau Akan Mati
Baca jug: KISAH BOCAHLUAR BIASA YANG BERAKHIR KADALUARSA
Joko Poerwoko, salah satu anggota tim, dalam otobiografinya Menari di Angkasa, mengisahkan bahwa awalnya mereka terbang ke Frankfurt menggunakan Lufthansa. Setelah beberapa kali ganti pesawat, mereka tiba di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv. Di sana, para pilot itu langsung digiring petugas tanpa sempat menyerahkan surat jalan laksana paspor. “Betapa hebatnya agen rahasia Mossad yang dapat dengan cepat mengenali penumpang gelap tanpa paspor,” kata Djoko dalam bukunya.
Latihan terbang Operasi Alpha berakhir pada 20 Mei 1980. Para penerbang gembira, tapi tak lama. Sebab, brevet dan ijazah pendidikan selama enam bulan dibakar oleh perwira intelijen penghubung di depan mata mereka. Bukan itu saja, semua barang milik para penerbang juga dibakar, termasuk peta navigasi dan peta perjalanan. Djoko menulis, “Mereka berpesan, tidak ada bukti kalau kalian pernah ke sini
Baca juga: LAPAN Ternyata Diam-Diam Pernah Merancang Pesawat Tempur Generasi Ke-5
Selepas pendidikan, para penerbang itu pulang ke Indonesia melalui Washington. Selama dua pekan mereka diajak berkeliling Amerika Serikat, tidur di sepuluh hotel, dan mencoba berbagai moda transportasi yang ada di sana. Mereka juga diwajibkan mengirim kartu pos ke Indonesia.
Mereka kemudian ke Arizona, masuk pangkalan US Marine Corps, Yuma Air Station. Selama tiga hari mereka menjalani pelatihan di sana. Pada hari terakhir, mereka diwajibkan berfoto seolah-olah baru diwisuda dan menerima ijazah versi Marine Corps. Salah satu pose wajibnya adalah berdiri di depan pesawat tempur A-4E Skyhawk milik Amerika Serikat. “Ini sebagai kamuflase intelijen,” kata Djoko dalam otobiografinya. Kembali ke Indonesia, mereka memamerkan pesawat tempur A-4E Skyhawk ke publik pada peringatan ulang tahun ABRI, 5 Oktober 1980.
Baca juga: Skuadron 100TNI AL Jadi Efek Gentar Bagi Penyusup RITNI